Pemeriksaan Tuberkulosis

Pemeriksaan Tuberkulosis – Indonesia menempati urutan ketiga didunia, setelah India dan China pada penyakit Tuberkulosis. Untuk mengatasi dan mengurangi jumlah penderita tuberkulosis, Indonesia menerapakan DPS (Dokter Praktik Swasta) dan menerapkan strategi DOTS (Directly Obseved Treatment Shortcourse) yang direkomendasikan oleh WHO dan menerapkannya pada Puskesmas secara bertahap dan digunakan sebagai satu-satunya strategi pemberantasan tuberkulosis di Indonesia.

Pemeriksaan Tuberkulosis

Pemeriksaan Tuberkulosis

Pengobatan Tuberkulosis

Penting sekali DPS untuk memiliki paradigma bahwa pengobatan pasien tuberkulosis harus mengupayakan kesembuhan, tidak sekedar menemukan, mendiagnosis dan mengobati saja. Strategi DOTS memudahlan mencapai tujuan pengobatan tuberkulosis yaitu kesembuhan.

Adapun DOTS meliputi lima komponen kunci, yaitu :

  1. Komitmen politis. Ini bisa harus ada pada setiap dokter yang akan mengobati paisen tuberkulosis. Poin yang pertama ini berarti bahwa dokter bersedia dengan penuh tanggung jawab untuk menangani pasien tersebut hingga sembuh. Jika dokter tidak bersedia menangani, ia boleh merujuk pasien ke unit pelayanan kesehatan lainnya seperti puskesmas atau rumah sakit.
  2. Pemeriksaan dahak mikroskopik yang terjamin mutunya, yaitu pemeriksaan 3 kali dahak SPS (sewaktu pagi sewaktu).
  3. Pengobatan jangka pendek, termasuk pengawasan langsung pengobatan. Pengobatan minimal dilakukan 6 bulan baik pasien tuberkulosis anak maupun dewasa dan diawasi oleh PMO (pengawas minum obat).
  4. Jaminan ketersediaan obat anti tuberkulosis (OAT) yang bermutu. Pemerintah memberikan OAT gratis bagi pasien tuberkulosis.

Hingga saat ini Pemeriksaan Tuberkulosis lewat dahak menjadi Pemeriksaan Tuberkulosis yang wajib dilakukan untuk pasien tuberkulosis dewasa dan anak yang sudah bisa mengeluarkan dahak. Pemeriksaan dahak sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah pasien benar-benar menderita penyakit tbc atau tidak. Selain itu pasien dengan pemeriksaan dahak yang menunjukkan BTA (+) harus ditangani khusus karena ia menjadi sumber penularan bagi orang lain.

Pemeriksaan Tuberkulosis

Untuk mendiagnosis tuberkulosis, Pemeriksaan Tuberkulosis dengan dahak dilakukan minimal 3 kali yaitu saat datang ke laboratorium hari pertama, saat pagi hari ketika bangun tidur hari kedua, dan saat datang lagi ke laboratorium hari kedua. Rangkaian pemeriksaan ini disebut dengan SPS (sewaktu pagi sewaktu). Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, pasien harus mengerti bahwa yang diperiksa adalah dahak, riak/sputum, bukan air liur/ludah. Oleh karena itu, sebelum pasien datang ke laboratorium, dokter harus menjelaskan hal tersebut kepada pasien, termasuk cara mengeluarkan dahak apabila pasien kesulitan mengeluarkan dahak.

Selain dengan melakukan pemeriksaan dahak, pemeriksaan tuberkulosis yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan radiologis. Pemeriksaan ini merupakan salah satu jenis pemeriksaan yang rutin dilakukan yakni dengan foto thorax. Pemeriksaan ini atas indikasi dari pemeriksaan foto apikolordotik, oblik, dan CT scan. Tuberkulosis biasanya akan memberikan suatu gambaran dengan bervariasi pada foto thorax. Gambaran dari radiologis yang biasanya ditemukan bisa berupa :

  1. Bayangan yang muncul pada lesi lapangan yang letaknya diatas paru atau juga segmen dari apikal lobus bawah.
  2. Bayangan berawan dan juga adanya bercak
  3. Adanya suatu kavitas tunggal dan ganda
  4. Bayangan berbentuk bercak militer
  5. Bayangan pada efusi pleura, dan umumnya adalah unilateral
  6. Destroyed lobe sampai destroyed lung
  7. Klasifikasi
  8. Shcwate

Selain dengan melakukan pemeriksaan dahak dan pemeriksaan radiologis, pemeriksaan khsuus yang lain yang bisa dilakukan dalam hal pemeriksaan tuberkulosis adalah :

  1. BACTEC dengan cara metode radiometrik, dimana letak dari CO2 yang dihasilkan dari sistem metabolisme asam lemak M. Tuberculosis yang dideteksi dari growth indeksnya.
  2. Polymerase chain reaction (PCR) dengan cara melakukan suatu deteksi DNA dari M. Tuberculosis, namun hanya saja masalah teknik yang terjadi dari pemeriksaan ini adalah suatu kemungkinan dari kontaminasi.
  3. Pemeriksaan dari serologi : misalnya seperti ELISA, ICT,dan Mycodot.

Pemeriksaan tuberkulosis penunjang lainnya adalah misalnya dengan :

  1. Pemeriksaan analisan cairan pleura dan juga hispatologi jaringan
  2. Pemeriksaan darah dimana letak LED masih bisa mengalami peningkatan namun tidak bisa digunakan sebagai salah satu indaktor yang lebih spesifik lagi dari penyakit TB.

Di Idonesia dengan kasus TB yang tinggi, melakukan uji tuberkulin sebagai salah satu alat bantu untuk melakukan dan menegakkan diagnosis pada penyakit biasanya kurang berguna untuk orang dewasa. Hal ini mempunyais suatu manfaat jika sudah didapatkan suatu konversi, bila dan kepositifan dari yang bisa didapat dan jumlahnya besar sekali.

Jika sudah melakukan pemeriksaan, maka penderita akan melakukan pengobatan dengan cara minum obat. Penentuan dari dosis pada terapi kombinasi pemberian obat tetap misalnya 4 obat semua berdasarkan dari rentang dosis yang sudah ditentukan oleh WHO dan merupakan dosis yang sangat efektif atau juga masih termasuk ke dalam salah satu batas dosis terapi dan non toksik. Untuk kasus yang bis amendapatkan obat dari kombinasi dosis tetap tadi, jika Anda mengalami suatu efek samping yang terjadi lebih serius lagi, maka Anda harus melakukan pemeriksaan kerumah sakit atau pada dokter spesialis paru atau juga utnuk fasiliti yang bisa menangani masalah ini.

Seseorang yang sudah melakukan pengobatan dengan minum obat tbc dinyatakan sembuh jika mempunyai beberapa kriteria seperti :

  1. BTA mikroskopis yang menunjukkan negatif sebanyak 2 kali.
  2. Foto thorax atau gambaran dari radiolohi serial yang tetap sama atau mengalami suatu perbaikan.
  3. Adanya suatu perbaikan yang klinis dalam bentuk batuk yang menghilang, dan naiknya berat badan.
  4. Jika ada suatu fasiliti biakan, maka kriteria ini bisa ditambahkan biakan negatifnya

Pemeriksaan Tuberkulosis


=====================================

>>> Obat TBC Membantu Dalam Mengobati Penyakit TBC, Gejala TBC dan Membantu Memperkuat Sistem Imun Tubuh Dari Serangan Penyakit, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Tuberkulosis and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *